Iklan hari raya

WH Minta Penegak Hukum Fungsikan Qanun Jinaya

0 216

WH Minta Penegak Hukum Fungsikan Qanun Jinaya

SIGLI ATJEHTRIBUNE.COM-Untuk menyelaraskan hukum Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukum jinayat. Diminta polisi maupun jaksa untuk lebih mengaktifkan qanu jinayat jika pelaku melanggar hukum. Sebab di dalam qanun jinayat sudah diatur semua tentang pelanggaran hukum syariat islam.

Demikian dikatakan Penyidik Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Pidie, Tgk Razali Yusmar, kepada atjehtribune.com Sabtu(14/9/2019). Lanjut dia, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) aparat penegak hukum di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh tahun 2018. Salah satu keputusannya,  bila pelanggaran yang terjadi sanksi hukumnya tertuang dalam Qanun Jinayat maka bagi Penyidik harus mengacu ke qanun jinayat tidak dengan KUHP. “Jadi ini harus difahami oleh polisi mau lun jaksa,”tegasnya.

Tgk Razali menambahkan, bila pelaku pelanggaran anak dibawah umur maka proses penyidikan dan peradilan mengacu kepada SPPA. Kemudian di Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh No. 5 tahun 2018 disebutkan  pada pasal 37 Ayat (4). Diversi tidak dapat diberikan kepada, anak yang melakukan pengulangan jarimah, lalu anak yang melakukan jarimah dengan ancaman uqubat cambuk diatas 84  kali atau denda 840 gram emas murni atau penjara 84 bulan. “Yang dimaksud disini jika anak dibawah umur ditemukan melanggar qanun jinayat berulang kali,”paparnya.

Untuk itu Tgk Razali meminta kepada penegak hukum jika terdapat kasus seperti itu maka lebih mengedepankan aturan atau qanun jinayat. Sehingga saat menerapkan hukum dapat menjabarkan hukum syariat islam dan tidak melepasjan pelaku begitu saja meski dibawah umur. “Kan ada ketentuan, dibawah umur yang bagaimana, jika dia mengulang perbuatannya,”ungkap Tgk Razali Yusmar.(Redaksi).