Iklan hari raya

0 130

*Suami tak Boleh Paksa Istri Memilih Capres Jagoannya*

JAKARTA ATJEHTRIBUNE.COM Setiap orang memiliki Calon Presiden (Capres) jagoannya dalam pilpres 17 April 2019. Termasuk para Pasangan suami istri, akan tetapi bukan berarti suami bisa memaksa istri dan anak yang sudah bisa memilih dalam pilpres nanti untuk memilih capres jagoannya.

Hal itu dikatakan tokoh muda Aceh yang kini menjadi Akademisi di Jakarta, Iswadi, M.Pd kepada Atjehtribun.com, Selasa (15/1/2019). Mantan Dekan III FKIP Universitas Serambi Mekkah Aceh tersebut mengatakan, walaupun orang tua memilih capres unggulan, namun bukan berarti anak juga harus memilih jagoannya tersebut termasuk memaksa Istri juga tidak dibenarkan.

Iswadi menjelaskan, ketika ada diskusi antara suami istri serta orang tua dan anak, berdebat pasti ada. Berdebat pun bisa jadi momen yang bagus antara orangtua dan anak serta suami untuk melatih anak berpikir kritis, logis, analitis, sebab akibat, serta berdasarkan fakta. Orangtua lalu perlu memberikan kebebasan berbeda pendapat dengan anak. Di situ anak akan belajar menerima perbedaan. “Di situlah seninya dimana orangtua menjelaskan, kuat-kuatan memberikan edukasi segala macam. Akan tetapi tetap pilihan terserah dia mau pilih siapa. Karena dia sudah tahu konsekuensinya apa. Dia tahu konsekuensi positif ataupun negatifnya seperti apa. Di situ anak belajar berdebat yang sehat. Orang tua pun belajar untuk menahan diri,”paparnya.

Menurut Mahasiswa Program Doktoral Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta ini , orang tua boleh mengajak anaknya untuk bisa menentukan pilihan yang bertanggung jawab tidak asal coblos. Karena setiap orang punya jagoan masing-masing. Orang tua bisa memberikan penjelasan, semacam berkampanye kepada anak. “Misalnya orang tuanya pilih Prabowo-Sandi karena begini, begini, begini. Tapi anaknya pilih Jokowi-Ma’ruf Amin karena alasan A,B,C. Segala macam. Nah di situ orang tua silahkan memberi dukungan atau bantahan, ya itu juga tidak boleh memaksakan kehendak. Demikian Iswadi (Redaksi)