Iklan hari raya

Polres Atim Amankan Kayu Tanpa Pemilik

0 175

Polres Atim Amankan Kayu Tanpa Pemilik

IDI ATJEHTRIBUNE.COM Polres Aceh Timur mengamankan ratusan batang kayu berkelas dengan berbagai jenis di Kawasan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur, dua hari yang lalu. Ratusan batang kayu ilegal itu tidak ada pemiliknya saat diamankan polisi, kayu itu diduga hasil penebangan liar yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Kapolres Aceh Timur AKBP. Wahyu Kuncoro, SIK, dalam jumpa pers di Mapolsek Idi Rayeuk, Selasa (5/2/2019), kepada wartawan mengatakan, setelah mengamankan batang kayu itu, pihaknya kendala untuk di evakuasi.
“Kita sulit mengevakuasi kayu itu karena warga enggan mbantu, “jelasnya.

Setelah itu pihak polsek meminta kepada masyarakat setempat untuk membantu evakuasi ratusan batang kayu tak bertuan itu dan di tarik dengan rakit melalui sugai Simpang Jernih. “Setelah di bantu oleh masyarakat, balok ini baru bisa ditarik dengan rakit melewati sungai Simpang Jernih sampai ke Desa Sikrak, mengingat sudah malam akhirnya kita bawa sebagian kayu, dengan jumlah seratus enam puluh empat batang, “lanjut Kapolres.

Dikatakannya sebagian kayu dititipkan di kilang Mandiri dan penitipan itu juga dibuat berita acara penitipan kayu. “Penitipan sementara kita lakukan di kilang Mandiri karena kilang kayu itu miliki izin, lagian supaya aman dan tidak ada yang mengambil nya, “papar Kapolres.

Rencananya sisa kayu itu akan diangkut ke Mapolres Aceh Timur dengan jumlah empat puluh satu batang kayu yang diduga ilegal.”Besoknya kita ambil lagi empat puluh satu batang, total semua kayu itu 250 batang”,tutur Kapolres. Menurutnya ilegal loging ini sulit, mungkin disebabkan sarana dan prasarana, juga medannya yang jauh, diperkirakan mencapai 5 tempuh ke lokasi aktivitas penebangan liar.

Selain itu Kapolres, dalam memberantas ilegal loging di Aceh Timur, terutama daerah konservasi gunung Lauser, dirinya juga berkoordinasi dengan KPH wilayah tiga. “Kita berkoordinasi dengan KPH wilayah tiga, dan pada prinsipnya beliau akan membantu terkait dengan saksi ahli untuk menentukan jenis kayu tersebut”. Dirinya menjelaskan bahwa kayu itu ditebang di kawasan hutan lindung, atau dalam areal konservasi Gunung Lauser yang mestinya terjaga, dan tidak boleh di ganggu dengan bentuk apapun, apa lagi melakukan penebangan. “Ini merupakan jenis kayu campuran, boleh dibilang sembarang merah, ini bisa kita lihat, ada merante, untuk jumlah ton kubit belum bisa kita pastikan, kita akan berkoordinasi denga tim ahli, termasuk jenis nya” demikian Kapolres Aceh Timur AKBP. Rudi Kuncoro .(Istanjong)