Iklan hari raya

Aceh Cetak 830 Ha Sawah

0 108

BANDA ACEH – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh tahun ini memprogramkan cetak sawah baru 830 hektare (Ha) di lama daerah. Tujuannya untuk menambah sawah baru yang produktif karena banyak sawah di daerah tersebut sudah dialih fungsi untuk penggunaan lain, seperti untuk pembangunan toko, rumah, gudang, dan lain-lain.

Kadistanbun Aceh, A Hanan, menyebutkan menyebutkan kelima daerah yang diprogramkan untuk cetak sawah baru itu, yakni Aceh Besar dan Aceh Timur masing-masing 200 hektare, dan Pidie 100 hektare. Untuk ketiga daerah ini rencananya menggunakan APBN. Sedangkan untuk Bireuen 40 hektare dan Aceh Tamiang 290 hektare menggunakan APBA 2019.

“Mekanisme pencetakan sawah baru ini diserahkan kepada masing-masing daerah yang dikerjakan secara swadaya/swakelola melalui kelompok tani setempat. Sistem itu digunakan, supaya sawah yang dicetak nanti, langsung bisa ditanami padi, kedelai, atau jagung oleh anggota kelompok tani sesuai kondisi iklim,” kata A Hanan kepada Serambi, Senin (7/1).

Sebaliknya, kata Hanan, jika proyek ini dikontrakkan kepada pihak ketiga, maka dikhawatirkan kelompok tani banyak yang tidak mau mengolah lahan sawah baru yang sudah di cetak itu. A Hanan menyebutkan sesuai data hasil pemotretan satelit oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat pada 2018, luas sawah produktif di Aceh tinggal sekitar 193.146 hektare lagi dari sebelumnya pada 2016 sesuai data BPS sekitar 293.067 hektare.

“Nah untuk mengganti sawah baku produktif yang sudah beralih fungsi sebanyak 99.922 hektare lebih itu di berbagai daerah butuh waktu panjang yang salah satu caranya melalui cetak sawah baru. Jika tidak, sawah semakin mengecil dan hal ini bisa mengancam ketahanan pangan Aceh dan nasional di masa mendatang,” ujar A Hanan. Selain itu, kata Hanan dengan berkurangnya sawah di Aceh, juga berkurang jatah bantuan pupuk subsidi, seperti mulai tahun ini berkurang lebih 30 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

KADISTANBUN Aceh, A Hanan, juga menyebutkan pada tahun anggaran 2018, Aceh mencetak 400 hektare sawah baru masing-masing 200 hektare di Pidie dan Subulussalam. Rinciannya di Pidie, yakni di Kecamatan Keumala tepatnya di Gampong Pulo Pante 50 hektare, Gampong Juiem 26 hektare, dan Gampong Cot Kreh 36 hektare.

Kemudian di Gampong Asan, Kecamatan Titue 16 hektare, Gampong Luteung, Kecamatan Mane, 13 hektare, dan di Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, 59 hektare. Adapun di Kota Subuluusalam tepatnya di Kecamatan Rundeng, yaitu Desa Tanah Tumbuh 99 hektar dan, Desa Mandilam enam hektare. Terakhir di Kecamatan Sultan Daulat, yakni Desa Pulo Kedep 64 hektar dan Lae Simolap 31 hektare.