Iklan hari raya

Aceh Legend Jumpa Footcom

0 60

Aceh Legend FC dan Footcom Pidie akan berebut juara Turnamen Sepak Bola Eksekutif U-43 Aceh Legend saat bersua pada babak final yang berlangsung di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, Senin (7/1) malam ini, sekitar pukul 20.30 WIB. Tuan rumah melenggang ke final usai membantai KDC Keutapang Dua, 6-0, pada semifinal kedua, sore kemarin. Sementara Footcom menyegel satu tiket partai puncak setelah sehari sebelumnya menang tipis 1-0 atas Persima Meunasah Krueng.

Laga semifinal antara Aceh Legend versus KDC, sore kemarin, berjalan tak seimbang. Pasalnya, materi yang diusung tuan rumah seperti Tarmizi Rasyid, M Nur, Azhari, Zulfadhli, Husaini, Dahlan Jalil, Wahyudi, dan Faisal Jalil, masih terlalu kuat bagi kubu Keutapang Dua yang mengusung Ruslan, Andri, Suardi, Ramadhana, Bakhtiar, Hamdani, dan Zulfikar. Buktinya, Aceh Legend tidak butuh waktu lama untuk bisa menggetarkan gawang KDC yang dikawal Muslim.

Pada menit ke-11, Wahyudi berhasil membawa Aceh Legend unggul 1-0 setelah sepakannya gagal diblok Muslim. Gol itu makin memotivasi Sopyan dkk untuk menekan pertahanan lawan. Meski sudah berusaha menahan gempuran demi gempuran yang dilakukan kubu tuan rumah, namun barisan bawah KDC yang diisi Muharram, Afifuddin, dan Israwandi, tetap tak mampu mengamankan gawangnya agar tidak bobol lagi.

Benar saja, dalam waktu dua menit Aceh Legend berhasil menambah dua gol untuk menjadikan kedudukan 3-0. Kedua gol itu diborong Wahyudi pada menit 27 dan 28. Tak berhenti sampai di situ, pemain tuan rumah terus membombardir kubu KDC melalui serangan-serangan cepat dari kedua sisi lapangan. Hasilnya, Aceh Legend kembali memperoleh dua gol melalui kaki Faisal Jalil masing-masing pada menit 31 dan 32. Skor 5-0 untuk tuan rumah bertahan sampai babak pertama berakhir.

Selepas jeda, Aceh Legend memasukkan beberapa pemain pengganti seperti Zulkifli Daud, Muslihat, Razi Sabri, Aminullah Usman, Bachtiar Juli, Safrizal, dan Jayadi. Kehadiran tenaga baru itu membuat serangan tuan rumah makin cepat sekaligus menasbihkan bahwa Aceh Legend bukanlah lawan setimpal bagi Keutapang Dua. Saat tarung memasuki menit 57, giliran Bachtiar Juli yang mencabik jaring KDC. Setelah unggul ‘setengah lusin,’ Aceh Legend mulai menurunkan tempo permainan.

Sayangnya, kondisi itu tak mampu dimanfaatkan oleh punggawa Keutapang Dua. Meski memperoleh beberapa peluang, namun pemain KDC tetap saja tak mampu mencetak gol. Hal itu tak lepas dari sigapnya barisan bawah lawan dan cemerlangnya penampilan Edy Gunawan di bawah mistar gawang Aceh Legend.