Iklan hari raya

Arung Jeram Aceh Timur Kirim Personel ke Jawa Tengah untuk Ikut Kursus Kayak Arus Deras

0 33

Pengurus cabang olahraga (Pengcab) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Aceh Timur mendelegasikan salah satu personelnya, yaitu Said Murthaza untuk mengikuti kursus Kayak Arus Deras di Sekolah Kayak TIRTASETA Purbalingga, Jawa Tengah selama tiga hari sejak 26-28 Desember 2018.

Ketua Umum FAJI Aceh Timur, Afrul Wahyuni, ST dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (29/12/2018) menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Tim Pelatih Arung Jeram Aceh Timur melalui observasi dan dokumentasi aspek sungai berikut dukungan rescue.

“Agenda ini juga bagian dari rangkaian pendelegasian FAJI Aceh Timur yang sebelumnya mengutus Khairul Rizal untuk mengikuti Workshop Juri Kejurnas Arung Jeram di Sungai Ciwulan, Tasikmalaya – Jawa Barat beberapa waktu lalu,” jelas Afrul Wahyuni.

Kegiatan yang dibiayai dan didukung penuh oleh KONI Aceh Timur ini, jelasnya, merupakan bagian dari program pembinaan Unit Pelaksana Teknis Bidang Atlet dan Kompetisi Pengcab FAJI Aceh Timur.

“Pengembangan kapasitas unit Persiapan Atlit FAJI Aceh Timur ini juga merupakan strategi khusus persiapan menuju PORA 2022 dengan target PON 2024 Aceh-Sumut sebagaimana yang diamanahkan oleh KONI Aceh Timur melalui Sekum KONI Aceh Timur, Firman Dandi sejak tahun 2018 ini,” jelasnya.

Afrul Wahyuni mengatakan, kayak arus deras merupakan salah satu olahraga yang termasuk dalam disiplin ilmu olah raga arus deras (ORAD) yang saat ini semakin berkembang di Indonesia dan dunia.

Olahraga ekstrim ini membutuhkan skill khusus dengan mengutamakan safety (keselamatan) pegiatnya.

Di Indonesia, katanya, Sekolah Kayak TIRTASETA merupakan satu-satunya sekolah kayak yang masuk kurikulum pendidikan di sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan di Purbalingga.

Instruktur yang melatih terdiri dari praktisi kayak (kayaker) nasional, yakni Mas Puji Jaya dan Mas Toto Triwindarto yg telah memiliki pengalaman di dalam dan luar negeri.

“Keikutsertaan Said Murthaza sebagai Putra Aceh dalam kursus kayak arus deras ini turut memenuhi harapan Sekolah Kayak Tirtaseta dalam rentang 1 dekade pengembangan kayak arus deras dimana sebelumnya agenda ini juga pernah diikuti oleh Putra asal Papua, Oktavianus Elabi,” ujarnya.

Fokus utama kursus adalah, lanjut Arful Wahyuni, yaitu dasar self rescue dalam whitewater kayaks, yakni teknik eskimo roll dimana saat terbalik pegiat kayak harus mampu membalikkannya lagi dengan mengoptimalkan gerakan memutar pinggul secara lembut yang diakhiri seperti gerakan (salam) dalam shalat.

“Tanpa memerlukan tenaga yang besar. Teknik ini yang langka dan sulit dipelajari bagi pemula karena kecenderungan pemula selalu mengutamakan kepala untuk bangun dari bawah air saat kayak terbalik,” tukasnya.

Di Aceh, katanya, olahraga yang memiliki sportaiment tinggi ini masih tergolong langka padahal kebutuhan pegiat kayak sangat dibutuhkan sebagai unit rescue kegiatan kompetisi di sungai arus deras seperti arung jeram.

Selain itu, olahraga air ini termasuk salah satu prospek wisata alam terbuka yang diminati oleh pegiat kayak dari luar negeri.

Terlebih Aceh memiliki banyak sungai arus deras seperti Sungai Alas, Sungai Mamas, Krueng Tripa, Krueng Sikuleh, Krueng Teunom, Krueng Geumpang, Krueng Meureubo, Krueng Aceh dan lain-lain.

Beberapa waktu lalu, olahraga ini juga dipertandingkan dalam Nomor Kayak Slalom di ajang Asian Games.

Beberapa pegiat kayak Nasional seperti Mas Toto Triwindarto yang pernah mengikuti agenda kayaking di Selandia Baru bertindak sebagai rescue dan support lomba.

“Pendelegasian personil FAJI Aceh Timur ini sekaligus menjadi ajang silaturrahmi dengan FAJI Purbalingga dan FAJI Jawa Tengah,” katanya.

Agenda ini turut didukung oleh FAJI Aceh yang saat ini sedang mempersiapkan atlet arung jeram Aceh menuju kompetisi Pra PON jelang PON Papua 2020.

“Semoga dengan pendelegasian ini, Pemerintah Aceh melalui instansi kepariwisataan maupun lintas sektor dapat lebih memprioritaskan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di Aceh melalui pelatihan-pelatihan seperti contohnya kursus kayak arus deras sehingga dapat lebih mengoptimalkan eksplorasi dan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA) Aceh untuk kesejahteraan masyarakat sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS),” harapnya.