Iklan hari raya

Atisifasi Abrasi, Warga Idi Butuh Pemasangan Beronjong

0 190

Atisifasi Abrasi, Warga Idi Butuh Pemasangan Beronjong

IDI ATJEHTRIBUNE.COM-Warga tiga desa medesak Pemerintah Aceh Timur untuk membangun beronjong di pinggir sungai agar tidak abrasi. Tiga desa itu diantaranya, Desa Alue Bace, Seuneuboh dan Desa Rambong.

Abdul Manaf warga Desa Titi Baro kepada atjehtribune.com, minggu (17/2/2019) mengatakan, tebing sungai itu sudah lama tersumbat dengan sampah masyarakat dan tanah timbunan warga yang kurang peduli kondisi sungai, seharusnya sungai itu dijaga bersama bukan membuang sampah secara sembarangan dan membangun areal kawasan bangunan. Masyarakat harus peduli terhadap sungai, jangan sampai tertimbun, apalagi kondisi sungai ini melalui jalur lintas jalan Medan-Banda Aceh, dan termasuk kawasan pusat perkantoran Kabupaten Aceh Timur. “Ini harus menjadi perhatian pemerintah,”jelasnya.

Abdul Manaf menambahkan, pihaknya telah sepakat tiga desa dan telah mengusulkan dalam forum Rapat Musrenbang Kecanatan Idi, untuk diusukan tingkat kabupaten agar secepatnya dibangun,” papar dia.

Sementara itu Camat Idi Rayeuk, Iswandi S Sos, kepada atjehtribune.com mengatkaan, pihaknya akan berkoordinasi dengan atasan untuk menyangkut pembuatan bronjong sungai kecil yang melintasi jalan nasional itu. Apalagi ini sudah diusulkan dalam musrenbang Kecamatan, sehingga semua tim telah mengetahui bahwasanya ini harus dibangun dalam waktu dekat, apalagi ini termasuk kawasan perkotaan dan pusat perkantoran Kabupaten Aceh Timur,” ujar Iswandi.

Lanjutnya,” kami juga melihat sungai itu sudah ada yang tertimbun tanah warga yang longsor, sehingga itu harus segera dinormalisasi, dan pihaknya akan mencari tau siapa pemilik areal yang telah menggangu jalur air sungai tersebut,” ujar Iswandi.

Kepala Bapeda Aceh Timur, Dr Darmawan M Ali, kapada wartawan mengatakan, menyangkut dengan sungai itu, “ kita akan turunkan tim penanganan dan penertiban pemamfaatan tata ruang itu, jadi pihaknya akan melihat, kemana arah nya ditempat anggaran untuk membangun proyek tersebut”, jelasnya.

Apalagi dirinya melihat ada lahan warga saat menimbun lokasi arealnya sudah merusak kawasan tebing sungai sehingga runtuh dan tersumbat. Bila terbukti adanya unsur kesengajaan dan tim menilai itu telah merusak fasilitas umum dan dibuat bangunan yang dekat dengan lokasi sungai pihaknya akan menyegel lokasi bangunan tersebut,” kata Darmawan.

Lanjut dia, pihaknya akan koordinasi dengan intansi terkait dalam hal tata ruang, karena sudah merusak areal sungai. Seharusnya masyarakat setiap membangun dan menimbun areal yang akan dipergunakan terlebih dahulu diurus izin, sehingga tempat-tempat yang akan dibangun sesuai dengan aturan dan tidak berimbas kepada masyarakat yang lain, pungkas Darmawan.(Muhammad).