Iklan hari raya

Heboh Isu ‘Surat Suara Tercoblos 7 Kontainer Dari China’ Begini Reaksi dan Tindakan Pihak KPU

0 24

Awal 2019 makin panas soal isu pemilihan presiden (Pilpres).

Heboh kabar Surat Suara Tercoblos untuk Pemilu, Pilpres 2019 sebanyak 7 kontainer dari China.

Kabar tersebut awalnya beredar melalui grup percakapan aplikasi pesan instan WhatsApp dan kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief.

“Mohon dicek kabarnya ada 7 kontainer surat suara yg sudah dicoblos di tanjung priok. Supaya tidak fitnah harap dicek kebernarannya. karena ini kabar sudah beredar.1,” demikian kicauan Andi Arief melalui akunnya pada Twitter, @AndiArief__.

Kicauan Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, Andi Arief soal adanya surat suara tercoblos sebanyak 7 kontainer. (TWITTER.COM/ANDIARIEF_)

Namun, kicauan Andi Arief itu sudah dihapus.

Pihak KPU dan Bawaslu RI kemudian melakukan pengecekan di kantor Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, di Jakarta Utara, Rabu (2/1/2019) malam.

Saat ini, pengecekan sedang berlangsung.

Namun, hingga berita ini dilansir, belum ada konfirmasi soal penemuan Surat Suara Tercoblos tersebut.

Update!

Kabar soal Surat Suara Tercoblos untuk Pemilu, Pilpres 2019 sebanyak 7 kontainer adalah hoax.

Ketua KPU RI, Arief Budiman meminta polisi menangkap penyebar hoax tersebut.

KPU juga membanth pihaknya telah menyita 7 kontainer.

Sebelumnya, diberitakan Kompas.com, KPU baru berencana memproduksi surat suara Pemilu awal Januari 2019.

Sementara untuk logistik lainnya seperti kotak suara dan bilik suara, KPU sudah memproduksi dan bahkan mendistribusikan ke daerah-daerah.

Harapannya, awal tahun ini, KPU bisa fokus mengerjakan pengadaan surat suara.

“Jadi mulai 2 Januari 2019 kita sudah fokus ke surat suara saja. Yang lain-lain sudah clear, nanti Januari hanya fokus ke surat suara,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut Pramono Ubaid Tanthowi, saat ini tahap pengadaan surat suara baru sampai ke proses lelang.

Jumlah surat suara yang akan dicantumkan saat lelang berdasar pada DPT hasil perbaikan I yang sebelumnya ditetapkan pada 16 September 2018.

Sementara itu, nantinya surat suara yang benar-benar akan diproduksi jumlahnya didasarkan pada DPT paling mutakhir.

Pramono Ubaid Tanthowi melanjutkan, logistik pemilu yang saat ini telah selesai diproduksi dan didistribusikan antara lain adalah kotak dan bilik suara.

Hingga saat ini, proses distribusi dua jenis logistik tersebut sudah mencapai 77 persen.

Bersamaan dengan itu, KPU tengah memproduksi logistik Pemilu lainnya seperti sampul, segel, formulir, dan tinta.

KPU tingkat kabupaten/kota juga sudah mulai menggelar pengadaan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara.

Perlengkapan yang dimaksud di antaranya, bantalan surat suara, paku, dan pulpen.

Tahapan Pemilu 2019 saat ini menginjak masa kampanye. Kampanye sudah dimulai sejak 23 September 2018 dan akan berakhir 13 April 2019.

Sementara itu, terhitung sejak 14-16 April 2019 merupakan masa tenang. Hari pemungutan suara serentak dilakukan 17 April 2019.