Iklan hari raya

KPU dan Paslon Sepakati Desain Surat Suara Pilpres 2019, Ini Alasan Maing-masing Capres & Cawapres

0 90

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tim kampanye calon presiden dan wakil presiden menyepakati desain surat suara Pilpres 2019.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan perwakilan peserta pemilu yang disaksikan oleh KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), siang tadi.

Dalam desain surat suara pilpres, tercantum foto pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin serta pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kedua foto pasangan calon berlatar bendera merah putih. Tercantum pula nomor urut masing-masing pasangan calon.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf terlihat mengenakan baju berwarna putih.

Keduanya juga terlihat mengenakan kopiah berwarna hitam.

Di bawah foto paslon, tercantum logo gabungan partai politik pengusul, yaitu PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, dan PKPI.

Sementara pasangan Prabowo-Sandiaga memilih mengenakan kemeja berwarna putih dengan jas hitam dan dasi berwarna merah.

Keduanya juga terlihat mengenakan kopiah watna hitam.

Di bawah foto paslon, tercantum logo gabungan partai politik pengusul, yaitu Gerindra, PKS, PAN, dan Demokrat.

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, desain surat suara yang disepakati inilah yang nantinya akan dicetak oleh KPU sebagai logistik pemilu.

“Hari ini kan dilakukan validasi dan approval, persetujuan, atas desain surat suara Pilpres maupun Pemilu Legislatif untuk khusus DPR RI. itu diwakili atau dihadiri oleh masing-masing wakil dari partai politik maupun tim kampanye nasional masing-masing,” kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi usai Validasi dan Approval Surat Suara DPR RI serta Presiden dan Wakil Presiden Pemilu 2019 di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Surat suara rencananya akan dicetak pertengahan Januari 2019.

Saat ini, tahapan pengadaan surat suara masih dalam proses lelang. Proses lelang surat suara sendiri sedang dalam masa sanggah.

Artinya, sudah ada pemenang tender, tetapi, masih dibuka kesempatan bagi pihak yang kalah tender jika ingin menyanggah atau keberatan.

Selain Komisioner KPU dan Bawaslu, hadir dalam acara validasi dan approval tersebut, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabwo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso serta Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima.

Alasan Jokowi-Ma’ruf Pilih Foto Pakai Baju Serba Putih dan Sorban

Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin, mengatakan pemilihan baju dan latar belakang putih yang akan dipasang pada surat suara memiliki filosofi tersendiri.

Artinya, ia bersama capres Joko Widodo ingin pilpres 2019 ini berjalan dengan bersih dan damai. “Filosofinya yang bersih-bersih.

Jadi kita ingin tampil, berkampanye, dan menang secara bersih.

Semuanya itu kita tidak ingin mengotori suasana pilpres ini dengan perilaku atau ucapan, atau cara-cara tidak bersih lah,” ujar Ma’ruf di Rumah Situbondo, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Maka dari itu, lanjut Ma’ruf, ia dan Jokowi mengenakan baju dan sorban putih yang bermaksud menunjukkan situasi pilpres yang bersih.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf telah memilih foto itu yang akan dipasang di surat suara.

Dalam foto berlatar belakang putih itu tersebut, Jokowi dan Ma’ruf sama-sama mengenakan kemeja putih serta peci hitam.

Keduanya tersenyum sambil menghadap ke depan.

“Pak Jokowi mencerminkan optimisme. Memandangnya menatap masa depan dengan percaya diri,” kata Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta, Kamis (3/12/2018).

Sementara Ma’ruf Amin, lanjut Hasto, menunjukkan jati dirinya sebagai ulama. Hal itu ditunjukkan lewat penggunaan sarung putih yang dikalungkan di lehernya.

“Kiai Ma’ruf dalam jati dirinya sebagai ulama dengan menggunakan sarung. Tak ada perubahan disitu,” kata Hasto.

“Pak Jokowi dan kiai Ma’ruf mencerminkan keindonesiaan kita,” tambah Sekjen PDI-P ini.

Foto Jokowi-Ma’ruf yang akan dipasang di kertas suara sebelumnya diunggah oleh Anggota Dewan Pengarah TKN Pramono Anung.

“Alhamdulillah foto ini yg akan digunakan pasangan Capres dan Cawapres no 01 di kertas suara #tetapkerja #jokowibersamaulama,” kicau Sekretaris Kabinet itu lewat akun Twitter-nya, @pramonoanung.

Alasan Prabowo-Sandiaga Pilih Pakai Jas Hitam dan Peci

Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, memilih mengenakan jas hitam, dasi merah, dan dilengkapi dengan peci hitam, pada foto yang dicetak di surat suara Pilpres.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional ( BPN) Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso, menjelaskan, foto itu menunjukkan kepemimpinan serta kewibawaan kedua paslon.

“Kali ini Pak Prabowo dan Sandi ingin tampil beda dengan baju yang mencitrakan kepemimpinan dan kewibawaan nasional,” kata Priyo saat ditemui di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2019).

Priyo mengatakan, baju muslim hingga baju adat termasuk dalam pilihan pakaian yang akan dikenakan kedua paslon di surat suara.

Namun, pilihan mereka jatuh pada jas berwarna hitam karena menunjukkan kewibawaan dan kepemimpinan.

Selain itu, kata Priyo, jas merupakan pakaian yang dikenakan pemimpin di seluruh dunia dalam acara formal.

Priyo menambahkan, jas juga dikenakan dalam foto resmi presiden dan wakil presiden Indonesia terpilih, yang terpampang di dinding-dinding ruangan.

“Pemimpin-pemimpin, mulai Amerika sampai pemimpin manapun kalau perhelatan resmi, pidato di acara internasional, mereka pake jas, berdasi, dan fasih dengan bahasa internasional,” jelas dia.

Dalam foto untuk kertas suara tersebut, keduanya berpose dengan tersenyum.

Priyo mengungkapkan, senyum tersebut juga memiliki makna tersendiri, yaitu untuk menunjukkan keduanya merakyat.

“Tetap tunjukkan rasa santun dan merakyat yaitu dengan model simpul yang khas dari Prabowo dan Sandiaga,” terang Priyo.