Iklan hari raya

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia

0 344

Polisi Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia

MEURUDU ATJEHTRIBUNE. COM-Kepolisian Resor Pidie, berhasil menciduk pelaku perdagangan manusia. Cut Nurlina warga Gampong Mesjid Tringgadeng Pidie Jaya diciduk oleh Sat Reskrim Polres Pidie, pelaku merupakan tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia.

Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Mahliadi kepada atjehtribune.com Jumat (22/2/2019) mengatakan, Cut Nurlina ditangkap berdasarkan Laporan Polisi, LP/18/I/RES.1.16./2019/ACEH/RES.PIDIE/SPKT tanggal 24 Januari 2019. Setelah itu polisi menindaklanjuti laporan tersebut dan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan, sehingga penangkapan Cut Nurlina di kediamannya di Gampong Mesjid Trienggadeng.

“Setelah kami lakukan penyelidikan, pihaknya menangkap tersangka perdagangan orang dan perlindungan migran Indonesia di Gampong Mesjid Trienggadeng, Kamis 21 Februari 2019 sekira pukul 15.00 WIB,” jelas Mahliadi.

Menurut Kasa, pada tanggal 20 Februari 2018, tersangka mencari pekerja untuk diberangkatkan ke Malaysia sebagai guru ngaji. Syarifah Mauliana, warga Gampong Lameu Meunasah Baro, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, mendapat kabar lapangan kerja tersebut dari saudaranya yaitu Syarifah Taibah.

Selanjutnya, Syarifah Mauliana bertemu langsung dengan tersangka untuk membicarakan pekerjaan di negeri jiran tersebut. Tersangka yang kemudian mengetahui kalau korban lulusan serjana, kembali memberi angin segar dengan cara menjanjikan pekerjaan sebagai asisten pengacara. Mendapat tawaran pekerjaan yang tergolong elit di Malaysia itu, Cut Mauliana tanpa pikir panjang langsung membuat dokumen berangkat ke luar negeri di Banda Aceh, yang juga ditemani oleh anak tersangka.

Lalu pada tanggal 2 Maret 2018, anak tersangka menjemput korban di Gampong Lameu Meunasah Baro, untuk diberangkatkan ke Medan. Satu hari berada di tempat penampungan di Medan, Mauliana kemudian di berangkatkan ke Malaysia lewat jalur laut melalui Dumai. “Tersangka menunggu korban di Medan, Sumatera Utara. Dari rumah korban dijemput oleh anak tersangka, kalau ke Medan diantar oleh keponakan tersangka,” tutur Mahliadi.

Mahliadi mengaku, setiba di Malaysia korban dijemput oleh teman tersangka yang kemudian dibawa kerumah majikan untuk dipekerjakan sebagai pembantu. Namun Syarifah Mauliana mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dari majikannya. “Korban tidak tahan dengan kondisi itu minta pulang ke Indonesia, mendengar pemintaan tersebut, majikan korban mengancam akan menjual korban atau akan membunuh korban. Korban yang mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya itu melaporkan peristiwa itu kepada keluarganya,” ungkap dia.

Mendapat informasi tersebut, lanjutnya, paman korban menghubungi temannya di Malaysia untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian Malaysia. “Oleh karena kejadian itu korban merasa telah di tipu dan membuat laporan ke SPKT Polres Pidie,”pungkas Kasat. (Redaksi).