Iklan hari raya

Puting Beliung Hantam Lapangan Pacuan Kuda

0 62

REDELONG – Sedikitnya delapan orang terluka akibat angin puting beliung menyapu arena pacuan kuda tradisional di Lapangan Sengeda, Kampung Karang Rejo, Kabupaten Bener Meriah, Senin (7/1) siang.

Peristiwa itu terjadi pukul 14.00 WIB, persis pada saat seluruh peserta pacuan kuda dan panitia lomba rehat sejenak berhubung masuknya waktu shalat Zuhur dan jadwal makan siang. Pacuan kuda itu digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-15 Kabupaten Bener Meriah.

Kepada Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Bener Meriah, Agus Amvera, kepada Serambi mengatakan, cuaca pada saat kejadian terlihat mendung dan awan di udara didominasi oleh awan kumulonimbus (Cb). Awan vertikal yang menjulang tinggi, padat, dan gelap ini berkontribusi bagi terjadinya badai, petir, cuaca dingin, dan hujan.

Menurutnya, saat puting beliung menerjang, sejumlah tenda yang digunakan pedagang untuk berjualan tersedot ke udara, kemudian diempaskan ke bumi. Bahkan beberapa wahana permainan anak-anak, seperti odong-odong dan istana balon juga dijungkalkan oleh puting beliung.

“Kejadiannya sangat tiba-tiba. Saat itu cuaca sedang mendung diselimuti awan hitam pekat. Kami perkirakan, sekitar sepuluh menit pusaran angin menyapu lokasi pacuan kuda. Akibatnya, seng, tenda plastik, dan benda-benda lainnnya digulung puting beliung ke udara. Sedikitnya delapan orang terluka dan dua di antaranya luka berat. Semuanya telah dirawat intensif di RSUD Muyang Kute,” ujar Agus Amvera.

Dua korban yang luka berat itu berstatus ayah dan anak. Saat kejadian, sang ayah berencana hendak menyelamatkan anaknya, namun anaknya terlebih dahulu diangkat puting beliung ke udara dan ayahnya mengalami luka di bagian kaki. Kami perkirakan karena terkena seng,” kata Agus.

Ia sebutkan, kedelapan korban yang terkena angin puting beliung itu adalah Ilyas, (38) mengalami luka di kaki akibat terkena seng, Egi Falina (34) luka di kaki dan pinggang karena terseret pusaran angin, Darma Wira (6) luka di muka dan sobek di bibir, akibat tersedot pusaran angin kemudian terjatuh.

Selain itu, lima orang lainnya yang terluka adalah Rapiah (40), Simah Bahagie (40), Khairunnisa (3), Supardi (43), dan Siti Aisah (60).

Agus Amvera menambahkan, berdasarkan prakiraan cuaca oleh BMKG pada tanggal 7 Januari 2018 pukul 14.50 WIB, wilayah Bener Meriah berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang. Kondisi tersebut dapat berlangsung hingga pukul 17.50 WIB.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Sarkawi, menegaskan agar segala aktivitas yang diselenggarakan berkenaan dengan pacuan kuda dalam rangka HUT Ke-15 Bener Meriah segera dihentikan ketika azan berkumandang.

“Pacuan kuda adalah agenda paling utama untuk memeriahkan Hari Jadi Ke-15 Bener Meriah. Oleh karena itu, kami imbau para peserta mengikuti perlombaan ini dengan sportivitas tinggi. Kepada panitia kami berharap pada saat azan berkumandang, segera hentikan seluruh aktivitas pacuan kuda, sebagai pertanda kita menghargai nilai-nilai islami,” tegasnya.

Lebih lanjut ia jelaskan, pacuan kuda yang telah menjadi tradisi dan bagian dari peradaban masyarakat Gayo ini, sering disebut sebagai kebudayaan yang telah mengakar di lingkungan masyarakat Gayo. Untuk itu, ia berpesan agar kebudayaan tersebut tidak dicemari oleh sikap atau perilaku yang tidak terpuji.

“Tidak boleh ada perjudian, tidak boleh ada peredaran miras dan narkoba, tidak boleh ada sesajen supaya kudanya menang. Yang penting adalah bagaimana kita melaksanakan pacuan kuda ini dengan penuh persaudaraan, persaingan yang sehat, dan menyenangkan,” pungkas Sarkawi yang sebelumnya merupakan Wakil Bupati Bener Meriah.

Menteri Agraria Republik Indonesia, Dr Sofyan Djalil bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan HUT Ke-15 Bener Meriah, Senin (7/1) di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda, Kampung Karang Rejo, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah.

Menteri Sofyan Djalil dalam amanatnya menyampaikan bahwa Presiden RI, Joko Widodo, menitip salam melalui dirinya yang ditujukan kepada masyarakat Bener Meriah. “Bapak Presiden Jokowi titip salam kepada masyarakat Bener Meriah, karena bagi Bapak Presiden Bener Meriah ini merupakan kampung kedua yang selalu beliau rindukan,” ucap Sofyan.

Putra Aceh Timur ini optimis, Kabupaten Bener Meriah ke depannya akan menjadi kabupaten yang terus berkembang dengan bercirikan negeri yang islami, harmoni, maju, dan sejahtera, sejajar dengan daerah-daerah lain yang sudah maju di Nusantara.

“Dalam usia yang relatif masih muda, Kabupaten Bener Meriah telah banyak mengukir prestasi yang patut kita apresiasi. Saya yakin, dengan kerja sama yang kompak dari pemerintah daerah, unsur pimpinan kabupaten, DPRK, dan seluruh masyarakat, insyaallah Bener Meriah akan lebih baik dari hari-ke hari, hingga suatu saat nanti Bener Meriah benar-benar meriah sesuai dengan namanya,” kata Menteri Agraria disambut tepuk riuh hadirin.