Iklan hari raya

Sekber Pemenangan Prabowo-Sandi Aceh Bentuk Satgas TPS

0 73

Sekretariat Bersama (Sekber) Pemenangan Prabowo-Sandi Aceh telah membentuk Satuan Tugas Tempat Pemungutan Suara (Satgas TPS) di seluruh Aceh. Satgas tersebut bertugas mengawal suara pemilih yang diberikan untuk Prabowo-Sandi hingga ke provinsi.

“Kami sudah membentuk Satgas TPS di seluruh Aceh, sehingga suara kita akan kita amankan agar tidak diambil oleh pihak manapun,” kata Ketua Sekber Satgas Lintas Ormas, LSM, OKP, dan Profesi Provinsi Aceh, Nasrul Sufi dalam konferensi pers di salah satu warung kopi di Banda Aceh, Senin (7/1).

Dalam konferensi pers itu turut diikuti ketua dan sekretaris lembaga atau ormas yang tergabung dalam Sekber Satgas. Setidaknya, ada 54 organisasi yang telah bersatu memenangkan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Nasrul mengatakan bahwa Satgas TPS telah terbentuk di seluruh desa di Aceh. Setiap TPS akan dikawal oleh 15 Satgas TPS. “Ini akan kita tambah lagi mungkin sampai 20 orang per TPS. Untuk saksi kita percayakan kepada teman-teman partai,” ujarnya dia.

Dalam kesempatan itu, Nasrul juga menyampaikan target kemenangan pasangan Prabowo-Sandi di Aceh sebesar 80 persen. “Kami akan melakukan berbagai cara untuk meraih kemenangan, tentu dengan cara yang halal dan santun, sehingga kami bisa meraih 80 persen,” tegasnya.

Dia menyatakan, pihaknya sudah sangat siap menghadapi Pilpres dan berjanji akan bekerja maksimal mengawal suara Prabowo-Sandi di Aceh. Bahkan, Sekber Satgas terus melakukan pendekatan dengan organisasi lain untuk memenangkan pasangan nomor urut 02 pada Pilpres 2019.

“Kita ingin, satupun suara masyarakat untuk Prabowo tidak ada hilang. Kami terus berupaya mengawal. Kalau ada upaya dari pihak tertentu yang ingin menganggu, satgas kami siap bekerjasama dengan KIP untuk mengatasi masalah itu,” kata Nasrul.

Ketua Baladika Indonesia Jaya Aceh, Fikri Haikal atau akrab disapa Aboen juga meminta KIP dan Panwaslih Aceh untuk bekerja netral dan profesional dalam melaksanakan dan mengawas Pilpres mendatang.

“Kita berharap tidak ada masalah. Karena itu kita desak KIP dan Bawaslu Aceh untuk bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Kita desak dari sekarang agar KIP dan Bawaslu lebih hati-hati dalam menjalankan fungsinya,” katanya.