Iklan hari raya

SPBI Minta Capres Hindari Perang Psikologi

0 151

SPBI Minta Capres Hindari Perang Psikologi

JAKARTA ATJEHTRIBUNE.COM-Suhu politik di tanah air semakin memanas menjelang Pilpres 2019. Namun para tim sukses kandidat calon Presiden (capres) diminta dapat menahan diri dengan tidak saling menyerang serta menghujat. “Harus menahan diri, jangan saling menyerang dan menghujat,” meski suhu politik makin memanas menjelang Pilpres 2019 Hal itu disampaikan Ketua Solidaritas Pemersatu Bangsa Indonesia (SPBI), Iswadi, M.Pd, di Jakarta , kepada wartawan, Kamis (13/3/2019).

Tokoh Muda Aceh yang kini menjadi Akademisi di Jakarta ini meminta Para kandidat beserta tim sukses untuk menghindari perang psikologi, baik lewat iklan media social maupun selebaran bernada black campaign maupun negative campaign. “Kita berharap tidak ada kandidat yang melakukan perang psikologis atau menyerang kandidat lain menjelang hari pemungutan suara . Menurut tokoh nasional ini, jangan sampai nafsu kekuasan justru merusak masyarakat.

Seharusnya, para capres memberikan pembelajaran politik yang baik dan santun kepada masyarakat, agar Pilpres berjalan dengan baik. Lebih baik Capres beserta timnya fokus penguatan strata politik visi, misi dan memberi bukti kepada masyarakat. “Kita minta mereka bertarung di Pilpres ini secara demokrasi dari pada harus perang psikologis dengan para lawan politik. Indonesia membutuhkan kedewasaan pemimpinnya dalam berpolitik. Kalaupun ada pro dan kontra itu bagian dari dinamika saja.

Tetapi jangan sampai dinamika itu menciptakan gesekan-gesekan di masyarakat, sehingga terjadi konflik yang merugikan banyak pihak,” ujarnya. Dalam menyukseskan Pilpres ini, tokoh yang memiliki tagline politik untuk kemanusiaan ini, menganjurkan kepada kedua capres untuk menjalankan konsep politik merangkul bukan politik menyerang.

Karena hanya dengan merangkul masyarakat dan lawan politik nya bisa menciptakan demokrasi yang aman dan damai. Putra Aceh itu mengungkapkan, dalam pertarungan Pilpres ini calon tetap harus melakukan hal-hal sportif. Menurut dia, hal ini agar dalam pertarungan politik tergambar proses pendidikan politik yang bisa dicontoh bagi masyarakat khususnya generasi muda.

Juga supaya jadi tren contoh dalam proses pilpres sebagai satu-satunya di mata dunia . Jadi sudah seharusnya para capres bersaing secara sehat tanpa mencederai satu sama lain. Ia menambahkan, untuk meminimalisir potensi adanya capres yang berbuat tidak sportif, Banwaslu harus menjalankan pengawasan dan tegakkan aturan main sesuai Undang Undang (UU). Banwaslu harus berani menindak tegas Capres yang tidak sportif,” jelasnya,”

Iswadi yakin meskipun suhu politik akan sangat memanas jelang Pilpres 2019 tidak akan berimbas pada roda pembangunan di tanah air “Boleh bersaing asal suasana tetap kondusif. Kita tidak peduli siapapun Presiden berikutnya, yang penting bisa mensejahterakan rakyatnya dan menciptakan peluang kerja seluas-luasnya,”Tugas yang paling penting bagi Presiden mendatang adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat karena itu tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

Saya berharap rakyat miskin tak lagi dirugikan oleh berbagai kebijakan yang diambil Presidennya,”
Mantan Ketua Relawan Jokowi-JK Provinsi Aceh di pilpres 2014 tersebut, sangat berharap agar tidak ada lagi pasangan calon dan timnya yang menggunakan cara-cara kampanye yang menyudutkan pasangan calon lain. Demi terciptanya kehidupan demokrasi yang baik di bumi Nusantara , kita juga berharap agar masyarakat juga tidak terpancing dengan adanya isu-isu negatif yang dikembangkan oleh pihak tertentu yang berniat menodai Pilpres 2019. Masyarakat harus memilih pilihan sesuai dengan hati nuraninya. Sebab kedua pasangan calon yang ada sekarang adalah merupakan putra-putra terbaik Indonesia. Demikian kata Iswadi (Redaksi)