Iklan hari raya

Tarif Air Bersih Naik, 1000 Pelanggan Menjerit

0 660

Tarif Air Bersih Naik, 1000 Pelanggan Menjerit

SIGLI ATJEHTRIBUNE.COM-1000 Lebih pelanggan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Muara Tiga, Kabupaten Pidie, menjerit tingginya tarif air bersih yang dijual pihak PDAM kepada masyarakat. Sehingga merasa tak sanggup membayarnya.

Pantauan atjehtribune.com, dimana PDAM milik kecamatan saat ini sudah dikelola oleh PDAM Tirta Mon Kreung Baro, Sigli. Sehingga tiba-tiba tarif air bersih naik dari sebelimnya per kubit Rp 1.800 menjadi Rp 3.000,-. Jika dilihat dsri pembangunan pompa air dan segala perlengkapan PDAM di Gampong Ingin Jaya, Muara Tiga, bantuan pasca tsunami 24 Desember 2004 yang lalu, khusus untuk masyarakat di 18 gampong. Namun tarifnya saat ini cukup tinggi sehingga masyarakat mengeluh.

Usman (40) warga Laweung, Kecamatan Muara Tiga, kepada atjehtribune.com, Senin (19/8/2019) mengaku, kenaikan tarif air bersih mengecewakan, sebab sebelumnya dirinya membayar rekening setiap bulan Rp 40 ribu kini harus merogoh keceknya hingga Rp 100 ribu, jelas sangat memberatkan warga. “Tiba-tiba tarif airnya naik,”tegas dia.

Seharusnya kata Usman, tarif dinaikkan bertahap agar tidak memberatkan warga. Sebagaimana diketahui PDAM itu dibangun dengan bantuan pihak lain pasca tsunami, namun naiknya tarif ait sangat memberatkan pelanggan dan ada yang tidak mau berlangganan lagi. “Kami mohon kepada bupati agar memberi keringanan kepada masyarakat terkait tarif air,”pinta Usman.

Direktur PDAM Tirta Mon Kreung Baro, Sigli, Ridwan kepada atjehtribune.com, Senin (19/8/2019) mengatakan, persoalan naiknya tarif air bersih dari sebelumnya Rp 1.800 per kubit menjadi Rp 3.000, upaya perbaikan pelayanan. Kemudian lanjut Ridwan, itu Surat Keputusan (SK) lama dan untuk saat ini tarifnya memang sudah naik. “PDAM Laweung sudah kita ambil alih pengelolaannya,”jelas dia.

Menurut Ridwan, jika masih diperthankan tarif yang lama maka untuk uang operasional saja tidak cukup. Apa lagi rekening listrik setiap bulan mencapai Rp 6 juta dan PDAM cuma beroperasi 8 jam. Untuk saat ini sudah beroperasi hingga 12 jam dan airnya sudah bersih, sudah menggunakan perlatan yang dibutuhkan. Sehingga tarif air harus diberlakukan yang baru agar biaya operasionalnya dapat tertanggulangi. “Kami mohon maaf kepada semua pelanggan PDAM di Kecamatan Muara Tiga, ini terpaksa kita lakukan,”tegas Ridwan.(Redaksi).