Iklan hari raya

Tuding APBG Tak Transparan, Keuchik Batee Tuduh Arsyad Rana Dan M.Yusuf Tebar Fitnah

0 896

Tuding APBG Tak Transparan, Keuchik Batee Tuduh Arsyad Rana Dan M.Yusuf Tebar Fitnah

SIGLI ATJEHTRIBUNE.COM-Keuchik Gampong Batee,Kecamatan Muara Tiga Pidie, Razali H.M.Yatim, menyesalkan sikap warganya Arsyad Rana dan M.Yusuf karena telah menebar fitnah dan ujaran kebencian terhadap dirinya. Pasalnya pengelolaan dana Anggaran Pendapatan Belanja Gampong (APBG) yang dituding tidak transparan ternyata tidak terbukti sama sekali. Sebah semuanya sudah diperiksa inspektorat Kabupaten Pidie.

“Ini jelas fitnah dan mereka telah melaporkan saya seakan-akan sudah tidak transparan pengelolaan dana APBG. Padahal laporan itu tidak terbukti sedikitpun jika pihaknya melakukan kecurangan”,tegas Razali H.M.Yatim kepada atjehtribune.com, Sabtu (27/7/2019).

Lanjut dia, kemudian apa yang disebutkan mereka seperti jumlah APBG tahun 2018 mencapai Rp 1 Milyar jelas tidak benar dan bohong. Namun APBG tahun 2018 mencapai Rp 800 juta lebih. Jika dikatakan Rp 1 Milyar jelas sudah menebar berita bohong. Kemudian yang perlu diketahui Arsyad Rana bukan lah anggota Tuha Peut Gampong (TPG). namun sebelumnya benara adanya, akan tetapi yang bersangkutan dipecat oleh masyarakat dan anggota TPG lainnya. Dikarenakan Arsyad Rana sudah memecahkan microphone meunasah sehingga masyarakat marah. “Saya merasa sudah di fitnah, sebab apa yang mereka laporkan jelas menebar kebencian kepada saya”,tegasnya.

Yang perlu diketahui kata Razali, sebelum pertanggung jawaban APBG, Arsyad Rana pernah mendatangi Keuchik untuk meminta danabRp 5 juta dengan tujuan agar pertanggung jawaban dengan masyarakat tidak dilaksanakan lagi. Jika masyarakat bergejolak maka Arsyad lah yang akan memberi pemahaman kepada masyarakat agar jangan dibuat pertanggung jawaban lagi. “Saya tidak mau memberikan uang kepada Arsyad Rana dan itu lah imbas atas saya”,paparnya.

Razali menegaskan, Arsyad Rana dan M.Yusuf bukan anggota TPG Batee, sebab dia sudah dipecat dan M.Yusuf memang bukan anggota TPG. Perlu diketahui semua proyek tahun 2018 sudah dipertanggung jawabkan dengan masyarakat melalui musyawarah meunasah, sehingga apa yang dilaporkan tersebut tidak benar. Karena mereka tidak puas dengan apa yang dilakuian pihaknya. “Ini sudah mencemarkan nama baik saya selaku pimpinan desa”,ungkap keuchik.

Anehnya lagi kata Razali, ada tanda tangan 50 warga yang katanya setuju melaporkan dirinya ke Inspektorat. Akan tetapi setelah dicari tahu kepada beberapa warga ternyata ada yang kena tipu,alasan mereka menyuruh tanda tangan untuk merombak anggota TPG. Sehingga sebagian warga ikut menanda tangani laporan tersebut, akan tetapi ada juga yang menanda tangani secara sadar karena sudah dipengaruhi oleh Arsyad Rana dan M.Yusuf. “Saya menduga tanda tangan 50 warga itu ada yang direkayasa oleh mereka”,ungkapnya.(Redaksi).