Iklan hari raya

Usir Warga Dalam Toko,  Pemkab Pidie, Langgar Hak Asasi Manusia

0 208

Usir Warga Dalam Toko,  Pemkab Pidie, Langgar Hak Asasi Manusia

SIGLI ATJEHTRIBUNE.COM Terkait perintah keluar salah seorang penyewa toko di pasar Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie,  oleh pemerintah setempat. Pos Bantuan Hukum Hak Asasi Manusia (PB HAM) Pidie, sesalkan sikap dinas terkait yang sudah mengeluarkan surat perintah agar mengosongkan toko tanpa ada alasan yang jelas. Sehingga pemerintah terkesan “sudah menjajah rakyatnya”.

Demikian dikatakan Direktur PB HAM Kabupaten Pidie,  Said Safwatullah.SH kepada atjehtribune.com,  Selasa (12/2/2019). Lanjut Said, upaya pengusiran H.Boyhaqi salah seorang warga Beureunuen selaku penyewa toko sangat bertentangan dengan hak asasi manusia. Jika ingin mengeluarkan penyewa toko harus jelas alasannya, pertama jika penyewa masih ingin melanjutkan sewanya maka pemerintah wajib mengizinkan jika yang bersangkutan tidak bermasah. “Jangan seenaknya saja pemerintah merampas hak rakyat, “tegasnya.

Said Safwatullah menegaskan, rakyat hidup di zaman merdeka bukan zaman penjajahan. Sehingga mengusir masyarakat penyewa toko seenaknya pemerintah, seharusnya pemerintah tidak seperti gaya preman, sehingga masyarakat ketakutan dan merasa ditindas. Selanjutnya pemerintah harus menyerahkan kembali toko tersebut untuk H.Boyhaqi agar meneruskan usahanya. “Ini harus dipertegas agar rakyat tidak teranianya, “paparnya. (Redaksi )